Aopok.com - Aku berlari di sepanjang pesisir pantai dengan air laut yang menyentuh kakiku beberapa kali saat ombak menyapunya ke tepi pantai. Aku tertawa bahagia. Setidaknya untuk kali ini aku bisa datang kemari sekali lagi untuk menemui kekasih tercinta. Plus, aku membolos untuk beberapa hari dari pekerjaanku.
Dan sesaat kemudian aku melihat sosoknya disana, didepanku. Berdiri menghadap kepadaku dengan senyumnya yang begitu indah. Aku berlari kearahnya. Kedua tangannya terentang lebar menyambut kedatanganku. Aku berlari menghampirinya dan membiarkan diriku jatuh ke dalam pelukannya.
“Ups.” dia terengah saat aku memeluknya.
“Hei, met datang!” tawanya yang renyah terdengar ditelingaku.
“Alo, say.” aku memeluknya erat.
“Miss u so much.”
“Iya, iya.” katanya menenangkan.
“Kita ke mess dulu, en jangan terlalu mesra donk,” pintanya dengan suara yang lebih pelan.
“Gak enak kalo keliatan ama orang-orang ntar.” Aku memperbaiki sikapku secepat mungkin.
“Sorry,” kataku penuh permintaan maaf.
“Abis lama nggak ketemu, sih.”
Oh, ya. Kami berdua, adalah sepasang kekasih yang agak sedikit ‘aneh’ daripada pasangan kekasih yang pernah kalian lihat. Kami ini sesama laki-laki. Jadi singkatnya kami berdua homoseks. Namaku Iwan, 20 tahun, seorang mahasiswa jurusan bahasa Inggris sekaligus berprofesi sebagai guru privat Bahasa Inggris sebagai pekerjaan part time. Sementara kekasihku adalah Randy, 26 tahun, profesinya adalah sebagai seorang akuntan di sebuah perusahaan pembibitan udang tambak. Karena itulah aku harus jauh-jauh sampai ke pantai, ke lokasi pembibitan kantornya dimana Ran bekerja, hanya untuk menemuinya. Dia harus selalu stand by di kantornya untuk mengawasi, tentu saja.
Artikel Terkait
Dan aku menghabiskan waktu seperti biasanya seperti 2 kali yang lalu saat aku datang kesini. Duduk di dalam ruangan kerja Ran dan melihatnya bekerja. Kadang-kadang aku juga membantu pekerjaannya. Well, walaupun aku mengambil jurusan Bahasa Inggris, namun dulunya aku bersekolah di SMK jurusan AK, jadi sedikit banyaknya tahu mengenai akunting. Kadang-kadang kami juga berciuman sesekali saat kami berdua yakin tidak ada pengganggu. Ciuman yang sedikit panas. Maklumlah, setiap bulannya hanya bisa ketemu setiap 4 kali.
Malamnya, kami berdua bermesraan dikamar milik Ran yang untungnya hanya ditempatinya sendiri. Kami sudah setengah telanjang. Nafas kami terengah, dan kejantanan kami berdua sudah sama-sama menegang. Aku menatap matanya dalam kegelapan yang tampak bersinar cemerlang. Lanjut baca!

0 Response to "Viral Ngewe Anus Bos Saat Istirahat 1"
Posting Komentar